Piknik Sembari Telusur Budaya? Aku sih Yes!

“The world is a book, and those who do not travel read only a page.”

Saint Augustine

Hi, Learners! Siapa nih di antara kamu yang hobi traveling alias jalan-jalan ke luar tempat domisilimu saat ini?

Jenis traveling memang cukup banyak, tergantung kamu tipe yang mana. Contohnya, ada yang lebih senang traveling sendiri, bersama teman-teman, senang traveling nyaman di hotel berbintang, atau backpacking yang penting hemat budget. Gak ada yang lebih baik atau buruk, semuanya tentu sesuai dengan preferensi masing-masing, yaa.

Datang ke tempat di waktu yang nggak biasa bisa menghadirkan suasana yang berbeda, lho! Ini suasana malam di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang.

Nah, buatmu yang hobi traveling, kali ini kami akan membahas hobi traveling dengan tema budaya. Apa saja sih kekhasan dari traveling jenis yang satu ini? Tentu, kamu akan kenal dengan orang-orang lokal yang berada di daerah tujuanmu, belajar tentang kebiasaan-kebiasaan di sana, dan ngulik tempat-tempat yang bisa jadi nggak banyak yang mengunjungi. Karena justru tempat-tempat yang nggak terlalu touristy (alias sudah dibuat nyaman untuk turis) itu yang seru! Bonusnya, kamu bisa ketemu spot-spot menarik memuaskan hobi fotografimu

Pintu di depan bangunan rumah yang sudah berdiri sejak tahun 1700-1800an

Apa saja sih yang perlu kamu siapkan ketika menelusuri budaya lewat traveling?

  • Pikiran yang terbuka. Bisa jadi, kebiasaan di suatu tempat berbeda dengan tempat lainnya. Tetaplah bersikap sopan ketika mendapati hal-hal yang berbeda dengan kebiasaanmu, misalnya, makan langsung dari daun dan bukannya pakai piring (buat yang terbiasa makan di piring, ini bisa jadi bikin nggak nyaman, lho).
  • Attitude atau sikap yang baik. Ingat, warga lokal juga perlu dihormati. Selalu minta izin ketika ingin memotret mereka, ucapkan salam permisi ketika masuk ke toko atau rumah penduduk, terima kasih ketika ada yang membantu, dan jangan lupa tersenyum yang banyak ya.
  • Kenyamanan warga lokal. Kamu ada di tempat orang lain, jadi buatlah warga lokal tetap nyaman dengan keberadaanmu. Ajak mereka mengobrol dengan perhatian yang penuh, dengarkan kisah mereka dengan baik.
  • Pengalaman nomor satu, foto-foto nomor dua. Seringkali, kita jadi nggak menikmati momen-momen karena sibuk mengambil foto. Nikmatilah momen traveling-mu, dan jagalah selalu tempat yang kamu singgahi dengan tidak merusaknya, ya!
  • Fisik dan mental. Bisa jadi kamu harus panas-panasan atau melewati jalan berdebu untuk datang ke suatu tempat. Siapkan kondisi fisik yang fit, dan tentunya kondisi mental kalau-kalau kondisinya nggak sesuai harapanmu.
Salah satu sudut Warung Kopi Jinghei, tempat berkumpulnya para santri, kyai, dan warga keturunan tionghoa untuk nongkrong bareng. Rukun sekali, ya!

Nah, kalau kamu sudah menyiapkan hal-hal di atas, kamu tinggal berangkat dan membiarkan pengalaman baru menghampirimu!

Ngobrol dengan ibu pembatik di Batik Lumintu yang letaknya di pojokan namun dalamnya luas dan menarik.

Kontributor: Yolanda Wijayanti

Comments are closed.

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: