#Basic Craft: Mengenal Karakteristik Kertas dan Karton

Kertas dan karton banyak sekali ragam dan jenisnya. Masing-masing jenis memiliki spesifikasi dan karakteristiknya sendiri. Kertas dan karton banyak sekali digunakan dalam kerajinan tangan, namun tidak semuanya cocok atau sesuai dengan kebutuhan kita. KelasHobi juga awalnya mengalami kebingungan saat hendak memilikih kertas yang sangat beragam. Untuk membuat dekorasi origami burung bangau misalnya, awalnya KelasHobi membuat menggunakan origami, namun kesulitan membuat burung bangau yang besar karena ukuran origami yang terbatas. Atau malah kesulitan saat membuat ukuran kecil karena kertas origami cenderung tebal sehingga sulit dilipat kecil-kecil. Jadi sebelum kita masuk ke jenis-jenis kertas, KelasHobi akan membahas dulu mengenai 4 karakteristik utamanya.

Ketebalan

Ketebalan kertas biasa disebut gramatur atau gsm. Gramatur adalah istilah untuk menunjuk ukuran berat kertas yang beredar di pasaran. Satuan yang dipergunakan untuk menghitung berat kertas adalah gram per square meter (gsm) atau (g/m2). Terdapat beberapa kelompok gramatur kertas, yakni 70-80 gsm, 100-150 gsm, 190-260 gsm dan 270-310 gsm. Semakin besar angka gramaturnya, semakin tebal kertas atau kartonnya. Sebagai gambaran, kertas hvs yang biasa kita gunakan untuk mencetak pada mesin printer atau fotokopi berkisar di 70 hingga 100 gsm saja.

Ukuran

Ukuran kertas yang dimaksud disini adalah ukuran panjang dan lebar kertas. Ukuran kertas di pasaran sudah mengikuti standar ISO yang terdiri dari ISO A, ISO B, ISO C, ISO D, ISO R, dan ISO F. Di Indonesia, standar ISO yang digunakan adalah ISO A, ISO B, ISO C, ISO R dan ISO F. Jadi kamu akan sering menemukan ukuran kertas yang diwakili dengan huruf-huruf tersebut seperti A1, A2, A4, F4, B1, 4R, 2R, dan sebagainya. Ukuran A merupakan ukuran kertas yang digunakan untuk kantor, umum, dan penerbitan buku. Ukuran B biasa digunakan untuk keperluan pembuatan poster dan lukisan. Ukuran C biasa digunakan untuk keperluan pembuatan amplop, kartu pos, dan map. Ukuran R biasa digunakan untuk keperluan cetak fotografi, sedangkan ukuran F, yang paling umum adalah F4 yang biasa disebut juga dengan nama Folio dan digunakan untuk keperluan kantor. Namun tidak semua kertas dijual berdasarkan ukuran ini. Beberapa jenis kertas dijual dengan ukuran spesifik seperti kertas krep. Untuk keperluan kerajinan tangan, kertas biasa dijual dalam ukuran seri A, meteran, atau roll.

Warna

Warna kertas yang dijual tergantung pada kebutuhannya. Untuk kertas hvs, warna dasar yang tersedia adalah putih. Untuk kertas samson atau kertas kraft, warna dasarnya adalah coklat. Selain putih, kertas hvs juga tersedia dalam berbagai pilihan warna polos. Untuk beberapa jenis karton, bahkan tersedia dalam warna metalik, warna dengan corak, gradasi, atau bertabur glitter. Jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Tekstur

Tekstur kertas pada umumnya adalah halus atau berserat halus. Untuk kertas jenis concorde, samson, dan kertas daur ulang, teksturnya beragam mulai dari berserat hingga bergelombang. Karton dengan warna taburan glitter biasa memiliki tekstur berpasir karena ada taburan glitter pada kartonnya. Selain itu, ada juga kertas yang bertekstur licin dan transparan atau tembus pandang seperti kertas kalkir dan baking paper.

Sumber:

http://www.ilmupengetahuanumum.com

http://www.blog.printerous.com

Cover Photo: Carolina Garcia Tavizon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: