Jurnal Kanker: Tahapan Menuju Diagnosa 1

Jakarta 28 Maret 2025,

Disini kita mulai dengan pengenalan istilah dan merangkum perjalanan sebelumnya ya.

  • 12 Desember 2024 – Merasakan benjolan pertama kali melalui gerakan SADARI.
  • 23 Desember 2024 – Melakukan screening payudara dengan prosedur USG Mammae.
  • 26 Desember 2024 – Mendapatkan second opinion atas hasil screening tanggal 23 Desember 2024.
  • 28 Desember 2024 – Melakukan mammografi.

Kita kenalan dulu ya dengan beberapa istilah diatas. Pertama, gerakan SADARI dan SADANI. Apa itu gerakan SADARI? SADARI (Periksa Payudara Sendiri) adalah langkah sederhana yang bisa kita lakukan sendiri di rumah untuk mengenali kondisi payudara kita. Caranya dengan meraba dan memperhatikan bentuk, ukuran, atau perubahan lain pada payudara secara rutin, idealnya setiap bulan setelah menstruasi. Tujuannya adalah agar kita bisa lebih cepat menyadari jika ada hal yang tidak biasa, seperti benjolan atau perubahan kulit. Gerakan SADARI adalah langkah paling pertama dalam proses deteksi gejala awal kanker payudara. Gerakan ini yang akhirnya menyelamatkan hidup aku. Jadi jangan disepelekan ya.

Selanjutnya ada SADANI. SADANI (Periksa Payudara oleh Tenaga Medis) adalah pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh dokter atau tenaga medis terlatih. Biasanya dilakukan saat kita cek kesehatan secara rutin. Pemeriksaan ini lebih akurat karena dilakukan oleh profesional yang tahu apa saja tanda-tanda yang mencurigakan dan perlu ditindaklanjuti. Ini biasanya satu paket dalam konsultasi atau screening payudara di rumah sakit. Nah screening ini biasa dilanjutkan juga dengan prosedur USG Mammae.

USG Mammae (Ultrasonografi Payudara) adalah pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi jaringan di dalam payudara. Prosedur ini tidak sakit dan tidak menggunakan radiasi, sehingga aman, terutama untuk wanita muda atau yang memiliki jaringan payudara yang padat. Hasilnya bisa membantu dokter melihat apakah benjolan yang terasa bersifat padat atau berisi cairan. USG Mammae dapat menangkap gambaran benjolan payudara hingga yang berukuran kecil. Biasa jika ada kecurigaan ke arah keganasan atau kanker, akan diminta untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya. Yaitu Mammografi.

Source: Hello Sehat

Mammografi adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar-X dosis rendah. Biasanya direkomendasikan untuk wanita usia 40 tahun ke atas sebagai skrining rutin atau jika ada kecurigaan dari hasil USG Mammae. Mammografi bisa mendeteksi perubahan kecil pada jaringan payudara yang belum bisa diraba, sehingga sangat penting untuk menemukan kanker lebih awal sebelum terasa gejalanya. Hasil pemeriksaan mammografi biasanya dilaporkan dalam bentuk skor BI-RADS (Breast Imaging Reporting and Data System), yang dibuat oleh American College of Radiology untuk membantu dokter menilai risiko adanya kanker payudara. Skornya berkisar dari 0 sampai 6, dan berikut penjelasan simpelnya (kamu bisa klik untuk penjelasannya):

BI-RADS 0 – Pemeriksaan Belum Lengkap

Artinya hasil mammografi belum cukup jelas, jadi perlu pemeriksaan tambahan seperti USG atau mammografi ulang agar bisa disimpulkan.

BI-RADS 1 – Negatif / Normal

Tidak ditemukan kelainan apa pun. Payudara terlihat normal dan tidak ada tanda-tanda kanker.

BI-RADS 2 – Temuan Jinak (Bukan Kanker)

Ada sesuatu yang terlihat, seperti kista atau fibroadenoma, tapi itu jinak dan tidak berbahaya.

BI-RADS 3 – Mungkin Jinak (Kemungkinan besar bukan kanker)

Ditemukan sesuatu yang tampaknya jinak, tapi dokter akan menyarankan untuk kontrol ulang dalam 6 bulan untuk memastikan tidak ada perubahan.

BI-RADS 4 – Mencurigakan (Perlu Biopsi)

Ada temuan yang mencurigakan dan perlu pemeriksaan lebih lanjut seperti biopsi untuk memastikan apakah itu kanker atau bukan. Risiko keganasannya antara 2%–95%.

BI-RADS 5 – Kemungkinan Besar Kanker

Temuan sangat mencurigakan dan hampir pasti kanker. Biasanya dokter akan langsung merekomendasikan tindakan lanjutan, seperti biopsi dan rencana pengobatan.

BI-RADS 6 – Terbukti Kanker (Dari Biopsi)

Sudah ada hasil biopsi sebelumnya yang menunjukkan kanker, dan mammografi ini digunakan untuk melihat sejauh mana perkembangan atau penyebarannya.

Pada kasus aku, skor USG dan mammogram aku adalah BI-RADS 4C alias mentok karena BI-RADS 5 konon memang jarang keluar. Harga USG Mammae dan Mammografi berbeda-beda di setiap rumah sakit. Namun untuk aku, USG Mammae aku tergabung di paket screening payudara di sekitar IDR 1,200,000. Mammografinya aku lakukan di rumah sakit lain yaitu RS Husada dengan kisaran harga IDR 500,000. Setiap konsul dokter spesialis bedah payudara, saat itu sekitar IDR 500,000 per konsultasi. Karena ini belum pasti sakit kanker, semua tidak ditanggung asuransi alias bayar sendiri. Lanjut ke prosedur berikutnya ya.

Featured Image: created by Chatgpt

Leave a comment

Website Built with WordPress.com.

Up ↑